Sabtu, 29 November 2014

Selamat 86 Tahun, Persija ku..


Awal November.
Kegelisahan menyeliputi pikiran ketika acara ulang tahun belum direncanakan. Banyak yang sudah bertanya apa yang akan dibuat untuk merayakan ulang tahun Persija ke-86 pada 28 November nanti. Segala rencana manis kandas karena hasil yang kurang memuaskan. 

Semua berduka. Semua seperti tak memiliki roda. Semua berhenti berputar. Semua sedih. Semua kalut. Semua bingung. Tapi, waktu tak pernah mau kompromi. Atau kita yang terlalu lama ingin menenggelamkan diri dan enggan bangkit. 

Akhirnya, datang sebuah ide. Festival sepak bola. Bersama Yayasan Persija Muda. Semua setuju. Dengan rancangan sebuah perayaan sederhana pada hari Jumat dan kemudian dilanjutkan dengan festival di hari Sabtu dan Minggu. 

Tapi, entah saya yang kurang ajar, sepertinya ada sebuah dorongan untuk berbuat lebih. Tak ada yang salah memang dengan perayaan sederhana. Toh, banyak juga yang tak meriah merayakan hari jadinya. Ada juga yang lebih memilih merenung dengan bertambahnya usia. 

Pertengahan November.
Setelah beberapa kali bertanya bagaimana rencana acara festival, akhirnya saya memberanikan diri untuk mengajukan ide. Apakah mungkin jika kita membuat sebuah reuni kecil dengan mengundang mantan pemain? Tidak ada yang lebih indah dan pas untuk merayakan hari jadi sebuah klub sepak bola dengan BERMAIN BOLA. Ya, sepak bola nya yang dikedepankan. Bukankah itu semangat dan cinta kita bersama?

Dan akhirnya ide spontan itu disetujui. Dengan berbagai persiapan dan pematangan konsep, akhirnya acara reuni itu terwujud. Ide awal yang hanya bermain sepak bola ria berkembang menjadi berbagai undangan yang datang.

Dan ini bagian yang paling saya suka, ketika ada sebuah ide brilian lagi untuk membuat sebuah apresiasi setinggi-tingginya untuk para tokoh Persija. Ide itu pun disambut dengan positif. Tiga tokoh senior pun didaulat akan menerima penghargaan seumur hidup. Mungkin ini sepele bagi beberapa pihak, tapi bagi saya, hanya ini yang bisa dipersembahkan bagi mereka yang terlalu berjasa untuk Persija.

Akhir November.
Hujan. Penghalang utama untuk acara. Kekhawatiran mulai melanda. Apakah mereka akan datang? Apakah banyak alasan untuk menunda acara ini? Tapi, ternyata dengan semua keterbatasan, akhirnya reuni ini pun terwujud. Agak terlambat dari jadwal semula, tapi semua tetap tersenyum. 

Betapa bahagianya saya para mantan pemain dari era 70an, 80an, 90an hingga saat ini menyempatkan diri untuk hadir. Dan sebagian besar membawa sepatu bola! Terlalu banyak momen emas yang terjadi. 

Om Sinyo Aliandoe yang datang walaupun raganya sudah renta. Tapi beliau masih ingat beberapa mantan anak asuhnya. Beberapa kali saya lihat matanya berbinar, walau susah bicara.

Opa Sugih Hendarto (Om Hen) yang masih sangat gagah dan selalu ceria. Rahmad Darmawan pun terharu bisa bertemu mantan pelatih yang dianggap guru terbaiknya itu.

Berbagai angkatan bersatu dalam satu tim. Terlihat opa Yudo, om Marzuki Nyakmad dan om Wahyu Tanoto siap bermain bola.
Yang ini era 80-an. Budiman Yunus, Tony Tanamal dan Rahmad Darmawan berpose bersama Om Hen. 

Om Anjas Asmara yang kita tahu pernah kontroversial karena dualisme PSSI dan Jakarta FC. Namun akhirnya beliau tahu, mana Persija yang sebenarnya di hatinya.

Dua bek kece yang selalu dikenang Persija Jakarta, Ismed Sofyan dan Antonio Claudio.

Vennard Hutabarat dan Rochy Putiray hadir di ulang tahun Persija. Seperti biasa, abang Rochy selalu ramai dan sepatunya pasti unik. Keinginannya di reuni cuman ingin main bola bareng.

Dua kiper muda Persija Jakarta, Andritany dan Adixi yang juga datang lengkap bersama ayahnya Adityo Darmadi, legenda Persija.

Bambang Pamungkas yang rela berjam-jam terjebak macet demi ke Gelora Bung Karno walaupun terlambat.
Walau datang terlambat, tapi tiga jagoan ini akhirnya nonton bareng timnas di kantor Persija Jakarta. Gendut Doni, Budi Sudarsono dan Kurniawan Dwi Yulianto berpose untuk HUT Persija.

Akhir kata, terima kasih untuk semua mantan pemain dan tamu yang sudah hadir. Juga semua pihak yang sudah membantu reuni ini bisa terwujud.
Karena berkumpul adalah butir kebahagiaan. Ketika mengenang masa lalu menjadi setetes haru. Saat pertemuan di lapangan bola kembali ke khitahnya dengan bermain bersama.
Karena kita semua adalah keluarga. Persija Jakarta.

Selamat Ulang Tahun, Persija ku.. 

2 komentar:

murod ahmad mengatakan...

86th Persija ku.. Jaya Raya #GuePersija

fajar ibnu mengatakan...

I love Persija

Posting Komentar

Search